JADILAH SAHABAT BAGI MATA MU
Mata merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat penting. Dilansir
dari situs kmu.id, Mata adalah salah satu organ tubuh manusia yang terbilang
vital dan sangat berpengaruh pada kualitas hidup masyarakat. Dari melihat,
seorang manusia dapat melakukan berbagai hal dalam kehidupannya. Hal ini sangat
berpengaruh pada tingkat produktivitasnya. Bayangkan jika indra penglihatan mengalami
kerusakan atau bahkan buta, dapat dipastikan aktivitas dan keseharian kita akan
terganggu dan kita tidak dapat menikmati
betapa indahnya alam semesta ini. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan mata
menjadi hal yang sangat penting.
Kenyataannya kita sering sekali lupa untuk menjaga kesehatan
mata padahal seperti halnya bagian tubuh yang lain, mata juga harus dirawat
karena mungkin saja dapat terkena gangguan atau masalah kesehatan. Dilansir dari
artikel melaniajakarta.or.id, gangguan-gangguan tersebut bisa disebabkan oleh
udara yang tidak bersih atau ter polusi, radiasi sinar matahari, radiasi akibat
terlalu lama di depan komputer, dan gangguan-gangguan lainnya. Gangguan
kesehatan pada mata yang umum terjadi adalah penurunan fungsi penglihatan,
gejala mata merah tanpa ada penurunan fungsi penglihatan, dan mata merah dengan
fungsi penglihatan turun. Sampai saat ini, penyakit mata yang banyak diderita
adalah katarak, glaukoma, dan infeksi.
Hasil
systematic review dan meta-analysis dari data
berbasis populasi yang
relevan dengan gangguan
penglihatan dan kebutaan global yang
dipublikasikan tahun 1980-2015
mendapatkan hasil pada
tahun 2015 diperkirakan dari
7,33 triliun penduduk
dunia terdapat 253
juta orang (3,38%)
yang menderita gangguan penglihatan,
yang terdiri dari
36 juta orang
mengalami kebutaan, 217 juta
mengalami gangguan penglihatan sedang hingga berat. Di samping itu terdapat
188 juta
orang mengalami gangguan
penglihatan ringan. Insiden kebutaan
di Indonesia diperkirakan sebesar
0,1% atau 210.000
orang atau setara
dengan setiap 1
menit terdapat 1 kebutaan di Indonesia (Kemenkes, 2018).
KEBUTAAN KARENA KATARAK SERTA PENCEGAHANNYA
DAN MANFAAT LASIK UNTUK PENDERITA REFRAKSI
Katarak
Dilansir
dari situs kmu.id, Katarak adalah salah satu gangguan penglihatan yang patut
kita waspadai. Mengingat, Katarak merupakan gangguan pada mata yang menyebabkan
kebutaan terbesar di Indonesia bahkan dunia. Katarak bisa merenggut kebahagiaan
dan produktivitas seseorang akibat kebutaan yang ia alami. Terbukti dari Pusat
Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Indonesia (2018), bahwa 34,47% penduduk
yang menderita katarak mengalami kebutaan. Tak heran, penyakit mata satu ini
patut diwaspadai karena penyebab kebutaan nomor 1 di Indonesia.
Kebutaan karena katarak menurut Ilyas Sidarta (2018), di Indonesia sendiri menurut data dari
kementerian kesehatan pada tahun 2014 penderita kebutaan di Indonesia mencapai 2.2 % dari total
populasi. Dengan prevalensi terbesar di usia 65 tahun ke atas. Dari angka
kebutaan ini penyebab terbanyak adalah kebutaan karena katarak yang merupakan
suatu kebutaan yang sifatnya reversibel atau dapat disembuhkan. Hal ini
dikarenakan peningkatan jumlah penduduk di atas 65 tahun dan perubahan gaya
hidup yang menyebabkan peningkatan resiko penderita katarak. Gaya hidup dan
penyakit tersebut misalnya diabetes melitus, hipertensi, kolesterolemia
eksposure sinar matahari, merokok, riwayat trauma pada mata, penggunaan
steroid, dan alkohol.
Pencegahan Katarak
Menurut kmu.id, Pencegahan Katarak sebenarnya bisa dilakukan
sedini mungkin. Pada dasarnya, semua kembali kepada pola hidup dan gaya hidup
masing-masing. Berikut cara atau upaya mencegah Katarak yang bisa Anda lakukan:
1.
Melakukan
pemeriksaan mata rutin ke dokter mata, khususnya bagi anda yang memiliki faktor risiko Katarak.
2.
Melindungi
mata dari benturan atau trauma benda asing.
3.
Menghindari
dan melindungi mata dari paparan cahaya matahari yang terlalu lama, Anda dapat
menggunakan kacamata yang melindungi dari sinar ultraviolet baik UVA dan UVB
(bila aktivitas sehari-hari Anda dituntut di tempat yang mengharuskan terpapar
sinar matahari dalam kurun waktu lama).
4.
Menjaga kadar
gula darah agar tetap normal, khususnya pada pengidap Diabetes Melitus.
5.
Membatasi
aktivitas atau kebiasaan menyetir di malam hari.
6.
Memastikan
pencahayaan di rumah dalam kondisi terbaik (tidak terlalu gelap dan tidak
terlalu terang).
7.
Menggunakan
kacamata saat membaca (terlebih bagi Anda yang mengalami kelainan refraksi).
Manfaat
lasik untuk kelainan refraksi
Selain penyakit katarak, gangguan penglihatan lainnya yaitu kelainan refraksi. Menurut nationallasikcenter.id, Kelainan refraksi adalah kondisi mata di mana bayangan tegas tidak terbentuk pada retina (makula lutea atau bintik kuning) sehingga penglihatan menjadi tidak fokus. Penderita kelainan refraksi ini, mengalami ketidakseimbangan sistem optik pada mata yang menghasilkan bayangan kabur. Refraksi memiliki beberapa jenis yaitu mata minus atau Miopia (rabun jauh), Hipermetropia (Rabun Dekat) dan Astigmatisma (Silinder). Kelelahan mata merupakan akibat dari ketegangan pada mata dan disebabkan oleh penggunaan indra penglihatan dalam bekerja yang memerlukan kemampuan untuk melihat dalam jangka waktu yang lama dan biasanya disertai dengan kondisi pandangan yang tidak nyaman, sehingga banyak penyakit yang dapat menyerang mata dan menyebabkan gangguan penglihatan atau kelainan refraksi mata (Shiozawa, 2006).
Solusi terbaik bagi penderita kelainan refraksi ini adalah dengan menggunakan alat bantu penglihatan seperti kacamata, softlens, dan tindakan laser atau Lasik. Lasik adalah prosedur laser untuk mengoreksi gangguan refraksi (mata minus/rabun jauh, silinder, rabun dekat) sehingga terbebas dari alat bantu penglihatan seperti kacamata dan contact lens.Lasik memang merupakan operasi mata menjadi solusi bagi penderita kelainan refraksi untuk bisa melihat tanpa bantuan alat bantu kacamata. Dengan Lasik, penderita Miopia, Hipermetropia, Astigmatisme bisa menghilangkan ketergantungan pada alat bantu penglihatan seperti kacamata dan lensa kontak atau contact lens/softlens. Banyak manfaat yang akan dapatkan, usai tindakan Lasik. Berikut manfaat yang akan berpengaruh pada kualitas hidup Anda:
1.
Terbebas dari
alat bantu penglihatan (Kacamata &
Softlens)
2.
Meningkatkan
kepercayaan diri
3.
Menunjang
kebutuhan profesi (militer, pilot, polisi, dll)
4.
Mengurangi
alergi akibat penggunaan kontak lensa
5.
Menghemat
biaya dalam jangka panjang
AYO
PRIORITASKAN KESEHATAN MATA!!
Merawat kesehatan mata tidak perlu biaya yang mahal.
Beberapa tips berikut dapat di mana pun dan kapan pun. Dilansir dari situs
yankes.kemkes.go.id, terdapat beberapa tips berikut ini yang dapat dilakukan
dari sekarang agar mata senantiasa sehat dan terjaga, antara lain :
1. Konsumsi
makanan bergizi.
2.
Hindari penggunaan gawai terlalu lama.
3.
Hindari paparan sinar ultraviolet, gunakan kacamata hitam dengan UV
Protector.
4. Istirahatkan
mata secara berkala.
5.
Berhenti merokok
6.
Berhati-hati saat menggunakan make up.
7. Melakukan
olahraga secara rutin.
Tips menjaga kesehatan mata juga dapat dilakukan
dengan tidak mengabaikan berbagai masalah pada mata. Namun, jika keluhan pada
mata terus berlanjut atau mata terasa sakit, bengkak, dan menyebabkan
penglihatan terganggu, jangan ragu untuk segera memeriksakan mata ke dokter.
Jika
kamu memiliki keluhan pada mata, kamu bisa mengunjungi layanan kesehatan di
rumah sakit maupun klinik mata yang pasti kamu akan dibantu oleh dokter mata
untuk memecahkan masalah keluhan pada matamu. Atau kamu bisa mengunjungi pusat
layanan kesehatan mata terbaik di Indonesia yaitu Eyelink Group yang telah
hadir di banyak daerah.
Penting
bagi kita untuk menjaga kesehatan mata, karena mata merupakan anugerah yang
telah Tuhan titipkan untuk kita. Jika kesehatan mata tidak dapat kita jaga, lalu
bagaimana cara kita menjadi sahabat bagi mata kita sendiri? Maka dari itu sudah
semestinya kita harus menjaga mata agar tetap sehat.
Doktermata.co.id. 2022. Dokter Mata: Konsultasi
Kesehatan Mata Online (Live & Chat). Diakses melalui website: https://doktermata.co.id/dokter-mata-konsultasi-kesehatan-mata/
Ilyas Sidarta. 2008. Penuntun Ilmu Penyakit Mata. Jakarta:
Balai Penerbit FKUI
Kemenkes, R. 2018. Infodatin Situasi Gangguan Penglihatan. In N. Kurniasih (Ed.), Kementrian Kesehatan RI (2018 ed.). Infodatin Pusat Data dan
Informasi kementerian kesehatan RI. Diakses melalui website: https://pusdatin.kemkes.go.id/article/view/19111100001/situasi-gangguan-penglihatan-2018.html
kmu.id. 2021. Anatomi mata: Fungsi, Kelainan, dan
Keluhan. Diakses melalui website: https://kmu.id/anatomi-mata/
kmu.id. 2022. Katarak: Jenis, Penyebab, Gejala, dan
Pengobatan. Diakses melalui website: https://kmu.id/mata-katarak
Melaniajakarta.id. 2017. Artikel Kesehatan Mata.
Diakses melalui website: https://www.melaniajakarta.or.id/2017/09/25/artikel-kesehatan-mata/
Nasionallasikcenter.id. Lasik: Manfaat, Metode,
Resiko, hingga Biaya. Diakses melalui website: https://nationallasikcenter.id/lasik/
Shiozawa, K. 2006. Subsurface crack initiation and
propagation mechanism in high-strength steel in a very high cycle fatigue
regime. International Journal of Fatigue, 28(11): 1521–1532.
Yankes.kemkes.go.id. 2022. Yuk Jaga Kesehatan Mata
Kita. Diakses melalui website: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/745/tim-promkes-rsst


Komentar
Posting Komentar